Sabtu, 08 Oktober 2011

Rahasia Kalimat Bismillahir Rahmanir Rahim

Rahasia Kalimat Bismillahir Rahmanir Rahim

  Bismillahir Rahmanir Rahim- Kunci Pemecahan Untuk Seluruh Masalah
  As-salamu 'alaikum! As-salam qabla-l kalam*! Rasulullah saw, Nabi paling
terhormat, paling dicintai, paling terpuji, berkata: "Sebelum kalian bicara,
ucapkanlah Salam!"
 
  Oleh karena itu, Salam berasal dari Sunnah, dari Jalan suci yang membimbing
  manusia menuju Surga, untuk memelihara anjuran dari Rasulullah saw dan kami
  mengucap 'As-salamu 'alaikum'!  Dan kalian harus mengucapnya, kalian harus
memohon dukungan dari orang-orang suci yang memerintah sesuatu disini di muka
bumi dan langit.
  Kita harus tahu bahwa kita adalah orang-orang yang lemah dan membutuhkan
  pertolongan!
 
  Dan kalian harus mengucap '*Audzu bi-llahi mina syaitani rajim*'; kita harus
tahu siapa yang memotong jalan-jalan kita untuk mencapai Surga! Manusia harus
tahu siapa musuh mereka, siapa yang memotong jalur mereka mencapai Tuhan
mereka, Pencipta mereka Allah yang Maha Kuasa! Oleh karenanya kita harus
mengucap "*Audzu bi-llahi mina syaitani rajim*. Ya Tuhan kami, kami berlari
menuju-Mu dari setan", dialah makhluk pertama yang membangkang, berkata dalam
Hadirat Illahiah: "Aku tidak mau menerima, aku tidak peduli apa yang Kau
perintah kepadaku untuk dilakukan!"
 
  Yang pertama membangkang di Surga adalah Setan dan kalian harus berkata:
"*Audzu
  bi-llahi mina syaitani rajim*, Ya Tuhan kami, kami berlari menuju-Mu dari
setan yang telah melakukan hal buruk di Hadirat Illahi-Mu!"  Yang pertama;
tidak ada yang pernah mengatakan 'Tidak' dalam Hadirat Illahi, tidak mungkin!
Siapa dia yang berargumen dengan Tuhan-nya, dengan Pencipta-nya? Bagaimana itu
bisa terjadi? Pastilah dia yang terburuk yang berargumentasi dengan Sang
Pencipta atau Pencipta-nya, apa itu?
 
  Bagaimana mungkin makhluq berdiri dan berkata: "Ya Pencipta-ku, apa yang Kau
  perintahkan kepadaku tidaklah benar, itu salah! Bagaimana mungkin Kau dapat
  memberikan perintah kepadaku untuk melakukan *Sajdah* (sujud) terhadap dia
dan aku sudah diciptakan sebelum makhluk baru ini dan aku telah ratusan dan
ratusan tahun selalu memuliakan-Mu dan beribadah kepada-Mu? Dan aku berpikir
kalau ketaatanku diterima melalui Hadirat Illahiah-Mu dan aku berpikir atau aku
berharap bahwa Kau seharusnya menerima apa yang sudah aku lakukan bagi-Mu dan
aku berharap kepada-Mu akan pahala-Mu kepadaku! Tapi kini, aku memperhatikan
kalau Kau mencipatakan sebuah makhluk yang belum pernah melakukan apapun
bagi-Mu, tidak pernah melakukan satu *Sajdah* (sujud), aku memenuhi bumi dan
Surga dengan *Sajdah*-ku (sujud) kepada-Mu dan kini Kau berkata kepadaku kalau
aku aku berharap sebuah pahala dari-Mu, sebaliknya bukan pahala yang Kau
berikan malah perintah: 'Larilah, bersujud kepada Adam!' "
 
  Pengumuman Surgawa datang: "Siapakah engkau yang berkata seperti di Hadirat
Illahiah-Ku? Siapakah engkau yang berargumentasi bersama Pencipta-mu? Setan!
  Pergilah! Siapakah kau yang berani melakukan argumentasi? Cepatlah
menyingkir, keluar dari Hadirat Illahiah-Ku! Aku sudah menganugerahimu berada
di Hadirat Illahiah-Ku dan kini kau berkata seperti ini dihadapan-Ku, Sang
Penguasa Surgawi, Sang Maha Esa yang menciptakan segala sesuatu termasuk kau,
berkata kepada-Ku: 'Aku tidak akan melakukan *Sajdah*, aku tidak akan bersujud
kepada dia'? Setan! Pergilah!"
 
  Setan, dialah makhluk terburuk dan dialah seburuk-buruknya makhluk dan dia
tidak peduli apa yang Tuhan Penguasa Surgawi, Sang Pencipta seluruh Keberadaan
termasuk keberadaannya juga. Setan berkata tidak peduli dan berkata kepada
Pencipta-nya: "Aku tidak akan bersujud!" Inilah pelajaran pertama bagi Anak
Adam: untuk mengetahui bahwa makhluk itu setan adalah makhluk terburuk yang
pernah diciptakan. Dan setan meninggalkan Sang Pencipta kemudian berpaling dan
menghampiri Adam as dan Hawa dan generasi mereka, anak-anak mereka dengan
berkata: "Aku memberikan sumpahku, seperti Kau membuat berada dalam posisi itu
untuk semua makhluk ini, aku memohon agar Kau memberikan aku waktu, sebuah
periode untuk mengejar orang-orang yang telah diberikan kehormatan oleh
Diri-Mu, untuk menjadikan mereka sama sepertiku, tidak mendengarkan-Mu, tidak
patuh kepada-Mu, tidak bersujud kepada-Mu!
 
  Aku akan melakukan yang terburuk" –bukan terbaik!- "kepada seluruh ummat
manusia, bahwa Kau tidak akan menemukan seorang pun dari mereka, generasi dari
Adam dan Hawa, taat kepada-Mu. Aku akan berusaha, sebisa mungkin untuk membawa
mereka ke jalan-jalan sesat dan menjadikam mereka melakukan argumentasi
kepada-Mu, berargumentasi tentang tujuan-tujuan mereka. Aku akan melakukan
segalanya, setiap hal buruk kepada mereka, agar tidak menjadi hamba-hambah yang
patuh kepada-Mu dan ketika mereka menjadi hamba-hamba yang tidak patuh, mereka
tidak akan pernah mencapai kehormatan sejati yang Kau anugerahkan kepada
mereka, bukan kepadaku!"
 
  Oleh karena itu, wahai manusia, kalian harus memikirkannya, kalian harus
berusaha untuk mengetahui siapakah musuh yang buruk dan paling berbahaya! Oleh
karenanya, sebelum berbicara ucapkan "*Bismillahir Rahmanir Rahim*" kalian
harus mengucap: "*Audzu bi-llahi mina syaitani rajim*, Ya Tuhan kami, kami
berlari menuju-Mu dari serangan musuh paling berbahaya pada diri kami dan
membawa kami dari garis kepatuhan ke garis ketidak patuhan!"
 
  Benar, kalian harus berkata: "*Audzu bi-llahi mina syaitani rajim*, Ya Tuhan
kami, kami memohon Perlindungan Surgawi-Mu melawan musuh terburuk itu, jangan
letakkan diri kami dalam sebuah posisi dimana kami tidak pernah sanggup untuk
mencapai-Mu atau diri kami sendiri dan kami dapat dengan bebas menjadi
hamba-hamba-Mu tanpa dikelabui oleh makhluk buruk itu, mungkin makhluk
terburuk! Ya Tuhan kami, jagalah diri kami!"
 
  Kita membicarakan kepatuhan. Itulah dasar kepatuhan kepada Tuhan kita. Setan,
berseru kepada diri kita: "Datang, datang kepadaku, datang ke jalanku, aku akan
membimbing kalian ke kehidupan yang sangat terang, bebas memenuhi segala
keinginanmu, demi kebahagiaanmu. Aku disini, datanglah kepadaku!"
 
  Buatlah kalimat Audzu bi-llah mina syaitani rajim pada setan. Tapi- makhluk
yang dikutuk itu berkata: "Aku bahagia menjadikanmu buruk, aku berusaha
menjadikan bagimu sebuah jebakan "-dan kita muslimin berkata:"Jebakanmu bukan
apa-apa! Kami berlari menuju Tuhan kami dan jebakan Tuhan kami akan
menangkapmu! Seluruh jebakan bagi makhkluk terkutuk yang mengejarmu, patuh
kepadamu mereka seperti diri kalian juga, kalian akan jatuh dalam jebakan
surgawi yang diletakkan di muka bumi!"
 
  Semoga Allah mengampuni kita!
 
  Dan kini kita berkata, jika memahami ini, kalian akan mengucap '*Bismillahir
Rahmanir Rahim'*. Ohhh, kehormatan tanpa akhir, kehormatan tanpa akhir bagimu,
bagiku, bagi setiap orang yang mengucap '*Bismillahir Rahmanir Rahim'!
 
  Kalian mengerti bahasa Inggris? Sedikit! Dia datang dari negara yang tidak
memahami bahasa inggris, tidak banyak memahami. Benar, Ya Tuhan kami, Kau
memberi anugerah kepada kami, Kau menghormati hamba-hamba-Mu yang lemah! Jadi
hamba-hamba yang lemah, kita sangatlah lemah, tapi Engkau memberikan diri kita
sebuah Samudera kekuatan! "Wahai hamba-hamba-Ku", sabda Allah yang Maha Kuasa,
"jika kalian menghadapi sebuah posisi yang sulit, jika masalah-masalah kalian
tidak pernah menemukan sebuah penyelesaian, panggillah Aku dan ucapkan
'Bismillahir Rahmanir Rahim ! Itulah pedang-Ku yang dianugerahkan kepada kalian
untuk melawan setan, diabolo dan para pengikutnya!"
 
  Kekuatan! *Bismillahir Rahmanir Rahim* (Dzikr sekitar 20 kali)! Begitu manis!
Begitu bertenaga! Jika mayat seseorang bisa berkata, berdiri, jika orang yang
sakit mengucapkan ini, mungkin bisa berdiri, jika orang yang lemah mengucapkan
ini, berdiri- dengan kekuatan! Kekuatan dicapai dari Surga kepada kalian, wahai
ummat manusia, tapi kalian juga idiot, mengikuti setan! Tinggalkan dia! Datang
dan ucapkan: "*Bismillahir Rahmanir Rahim*!" *Subhan Allah Sultan Allah*!
Betapa besar kehormatan yang Allah Maha Kuasa anugerahkan kepada kita! Oleh
karenanya, setidaknya ucapkan 40 kali dalam sehari: *Bismillahir Rahmanir
Rahim*! Jika kalian dapat melakukan 100 kali, itu lebih baik.
 
  Selama 24 jam buatlah satu waktu; itu akan menghabiskan waktumu selama 5
menit untuk mengucap 100 kali '*Bismillahir Rahmanir Rahim*', tapi datang
kepadamu sebuah kekuatan, menyuapi tubuh fisik kalian sebaik jiwa kalian!
Jangan tidak peduli, wahai kalian! Itulah kunci yang dianugerahkan dari Surgawi
kepada kalian, untuk membawa penyelesaian bagis setiap masalah dan juga
dibukakan kepada kalian pintu-pintu yang tertutup. Kalian mengucap
'*Bismillahir Rahmanir Rahim*' dan Allah yang Maha Kuasa menganugerahi kalian
terbuka, terbuka, tanpa akhir, pintu-pintu tanpa akhir. Allah -*jalla
jalalahu*- Maha Kuasa menyiapka hamba-hamba-Nya jika mereka menggunakan, harta
karun! Bukan harta karun dibumi, tapi harta karun surgawi yang akan dibukakan
kepada
  kalian!
 
  Wahai kalian, datang dan dengarkan! Cukup kalian meminum dan menjadi
mabuk!Jangan, kalian harus tetap sadar! Kalian harus mencari waktu dimana
kalian dapat mengucap setidaknya 40 kali *'Bismillahir Rahmanir Rahim'*. Jika
kalian bisa melakukannya hingga 100 kali, itu bagus! Beberapa orang datang dan
berkata kepadaku: "Wahai Syeikh, kami berlari ke Thariqah, jalan-jalan ke
Surga, jalan-jalan surgawi, dan kami berusaha tapi kami tidak meraihnya.
Bagaimana menurut anda?"
 
  Saya menjawab: "Aku memberikan kalian sesuatu, jika kalian dapat
melakukannya, kalian akan disiapkan untuk sebuah pembukaan surgawi!" "Apakah
itu?" "Setelah sholata Fajr, sampai matahari terbit, bacalah sebanyak 1.000 x
Bismillahir Rahmanir Rahim*'. Selama 40 hari, kemudia akan mulai muncul kepada
kalian beberapa berkas sinar Nur, Cahaya-cahaya Surgawi. Selama 40 hari setiap
hari sinar itu akan semakin kuat, sampai kalian dapat memperhatikan dan melihat
apa yang ada dalam Malakut, Surgawi!" Ketika *Azan* berkumandang, kita
mengucap: "Kita masih punya waktu, kita bisa tidur lagi."
 
  Matahari terbit! Aku memberikan izin! Siapa pun yang dapat melakukannya
selama 40 hari harus muncul seberkas sinar dari Surgawi dari qalbunya. Jika
kalian menjaganya,
  kalian akan mencapai Air Mancur. Kalian dapat mencapai Air Mancur Cahaya. Itu
bukan dari bumi, tapi milik Surga. Dan kita tidak membutuhkan misil-misil untuk
membuat Air Mancur itu. Tidak tidak tidak! Kalian mempunyai sebuah kekuatan
yang dapat menghancurkan seluruh misil dalam waktu kurang dari satu detik,
dalam satu detik! Kita makhluk yang sangat kuat, tapi kita tidak mengatur maqam
kekuatan, untuk meraih ke posisi kita yang telah dianugerahkan kepada kita oleh
Tuhan kita yang Maha Kuasa, Allah! Kita tidak menaruhnya sebagai muatan, oleh
karenanya kita berada setengah jalan, dan kemudian kita mundur.
 
  Oleh karena itu, wahai kalian, kita kini memulai mengajari orang-orang
sesuatu pondasi yang sejati, dasar sejati bagi penghambaan. Jika kalian tidak
membuat dasar itu, kalian tidak sanggup melakukan layanan dalam Hadirat
Illahiah. Oleh karenanya kita pertama-tama berusaha untuk membangun dasar yang
kuat, lalu kita bisa membangunnya.
  
  Semoga Allah mengampuni kita! Ini sudah cukup; kita hanya baru mulai, kita
hanya mengucap '*Bismillahir Rahmanir Rahim*'. Jika kita berbicara, jika mereka
meninggalkanku untuk membicarakannya, mungkin (dilanjutkan hingga) hari Minggu
berikutnya, mungkin bulan depan, mungkin tahun depan, mungkin abad mendatang,
tidak pernah selesai! Wahai orang-orang, kalian telah diceptakan untuk
keabadian! Keabadian, berusaha untuk mencapai kehidupan abadi! Allah yang Maha
Kuasa abadi, dan Dia menganugerahkan kepada hamba-hamba sejati dari Samudera
Keabadian-Nya sesuatu untuk selamanya dalam Hadirat Illahiah-Nya.  Semoga Allah
mengampuni kita dan merahmati kalian! Demi kehormatan yang paling terhormat,
Sayyidina Muhammad saw, Fatiha!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar